Unduh PDF Unduh PDF Menyalakan api unggun atau perapian adalah cara yang nyaman untuk menghangatkan rumah atau tempat berkemah. Ketika api mulai mengecil, Anda dapat membuat api membesar serta terus menyala dengan menambahkan pemancing api kindling atau batang kayu baru. 1 Siapkan rabuk dan pemancing api. Kayu kecil, kawul, atau kertas adalah pemancing api dan rabuk yang baik. Rabuk adalah material yang mudah terbakar ketika terkena percikan api, baik yang kecil atau pun besar. Maka dari itu, rabuk sangat tepat digunakan ketika akan memulai menyalakan api. Pemancing api berfungsi untuk menjaga api tetap menyala. Anda membutuhkan kedua material ini untuk menciptakan api yang tahan lama. Material rabuk yang baik Koran, kapas, dan tisu dapat bekerja dengan baik. Anda juga bisa menggunakan rabuk alami seperti daun kering, kulit pohon, dan miang pelepah pohon.[1] Material pemancing api yang baik ranting kering, potongan kayu kecil dan tipis, serta batang pohon. Daun kering juga bisa digunakan sebagai pemancing api. Menjaga api tetap menyala adalah suatu siklus. Siapkan rabuk, tambahkan pemancing api, lalu masukkan kayu. Untuk menjaga api tidak padam, Anda perlu mengulangi proses ini. 2 Gunakan kayu bakar kering. Kayu yang digunakan untuk menyalakan api harus dalam keadaan kering. Apabila kayu masih basah, api akan sulit untuk menyala. Alih-alih menghasilkan api, kayu basah akan mengeluarkan asap yang mengganggu ketika dibakar. Apabila tidak terdapat kayu kering di sekitar Anda, tambahkan lebih banyak pemancing api dan rabuk untuk menghilangkan kelembapan kayu yang digunakan.[2] Jangan gunakan kayu yang berasal dari pohon yang baru ditebang. Kayu ini umumnya mengandung banyak air dan tidak bisa menciptakan api yang tahan lama. Kayu bakar yang sudah dikeringkan adalah pilihan terbaik. Kayu ini dikeringkan selama beberapa bulan, atau bahkan beberapa tahun. Apabila kayu bakar dikeringkan dengan baik, kayu akan lebih mudah terbakar dan dapat menjaga api tetap menyala dengan baik. Ketika berada di perkemahan atau hutan, carilah batang pohon. Atau temukan pohon tua yang bisa ditebang. Pohon ek dan betula adalah penghasil kayu keras yang banyak ditemukan di berbagai daerah. Kayu yang berasal dari kedua pohon ini dapat menghasilkan api yang besar dan tahan lama. 3 Nyalakan api dengan kayu lunak, pertahankan api dengan kayu keras. Ketahui kegunaan kayu lunak dan kayu keras. Kayu lunak lebih baik digunakan untuk menyalakan api. Kayu keras dapat membantu menjaga api tetap menyala. Kayu lunak seperti pinus dan cemara mudah dibakar, tetapi lebih cepat habis. Apabila Anda ingin menjaga api yang mengecil tetap menyala, tambahkan kayu lunak agar api membesar. Kayu keras lebih sulit untuk digunakan ketika menyalakan api. Akan tetapi, kayu bakar lebih tahan lama dan dapat menghasilkan api yang lebih besar.[3] Salah satu cara untuk menjaga api tetap menyala adalah gunakan kayu lunak untuk menyalakan api, lalu ganti dengan kayu keras ketika api mulai membesar dan stabil. 4 Sediakan oksigen untuk membuat api menyala dan membesar. Pastikan api unggun memiliki ventilasi yang cukup dan mendapat asupan udara dari berbagai sisi. Untuk menyediakan ventilasi, Anda bisa menyalakan api unggun di atas panggangan. Sebelum menambahkan kayu, tempatkan koran di tengah api unggun, di atas panggangan. Tumpukkan kayu bakar dengan jarak yang cukup lebar. Ini dilakukan agar api unggun memiliki ventilasi yang baik. Tambahkan rabuk dan pemancing api ke dalam celah di antara kayu bakar. Tiup api. Ini sangat penting untuk dilakukan ketika api baru saja menyala. Dengan meniupnya, api akan membesar. Apabila Anda ingin menyalakan kembali api yang sudah padam, kumpulkan dan tumpukkan bara api yang masih menyala. Gunakan bara api tersebut sebagai alas, lalu tambahkan rabuk dan pemancing api di atasnya. Setelahnya, ketika api mulai menyala, tambahkan kayu bakar baru. Gunakan kayu lunak apabila memungkinkan. Iklan 1 Mulailah dari yang kecil. Ketika sedang hujan atau hujan baru saja reda dan Anda tidak memiliki kayu bakar kering, api masih bisa dinyalakan. Anda membutuhkan kesabaran dan usaha yang ekstra untuk menjaga api tetap menyala ketika hujan. Fokuslah untuk menyalakan api kecil di salah satu area api unggun. Semakin luas area dan material yang basah, maka akan semakin sulit bagi Anda untuk menciptakan api yang tahan lama. Tambahkan lebih banyak rabuk dan pemancing api. Jangan langsung membakar batang kayu besar. Mulailah menyalakan api dengan membakar kertas dan ranting pohon. Pohon betula memiliki kulit yang mudah dibakar bahkan ketika hujan. Kulit betula mengandung minyak alami yang dapat menangkal air. Apabila memungkinkan, tempatkan terpal atau atap di atas api unggun. Ini dilakukan agar api tidak terkena air hujan. Pastikan terpal atau atap cukup tinggi agar tidak terbakar atau terpapar percikan api.. 2 Balut kayu dengan handuk sebelum dibakar. Gunakan handuk atau pakaian kering untuk membalut kayu dan bahan bakar untuk api unggun. Gunakan handuk untuk menyerap sebanyak mungkin kelembapan dan air pada kayu. Apabila akan hujan, siapkan kaleng kecil lalu isi dengan ranting kering serta buah dan daun cemara. Kaleng susu formula adalah pilihan yang baik untuk menyimpan pemancing api. Kaleng juga dapat menjaga pemancing api tetap kering. Ketika menyalakan api di alam terbuka, selalu sediakan batang kayu ekstra yang dibalut kain untuk berjaga-jaga ketika hujan turun. 3 Gunakan batang kayu kecil, ranting, dan pemancing api yang ada di sekitar Anda. Sekumpulan batang kayu kecil dan pemancing api dapat lebih mudah dibakar daripada batang kayu besar. Selain itu, Anda dapat membakar benda apa pun untuk menyalakan atau menjaga api tetap menyala. Korek api anti air atau pemantik api adalah alat yang sangat berfungsi ketika menyalakan api. Makanan yang mengandung banyak karbohidrat juga bisa digunakan sebagai bahan bakar api unggun. Cokelat atau manisan kenyal bukanlah bahan bakar api unggun yang baik. Apabila Anda memiliki kapak atau alat yang bisa membelah batang kayu, gunakanlah. Belah bagian tengah batang kayu hingga bagian keringnya terlihat. Berdirikan batang kayu dan pastikan kulit batang kayu yang kering mengarah ke api unggun. Iklan 1 Buang abu yang terlalu menumpuk di perapian sebelum menyalakan api. Alas abu setebal 2-5 cm harus selalu dirawat. Alas abu ini dapat membantu melindungi lantai perapian. Selain itu, abu juga dapat membantu menangkap bara api dan menyebarkan panas. Abu yang terlalu menumpuk di dalam perapian dapat menyebabkan kayu bakar tidak terbakar dengan cepat dan efisien. Abu yang terlalu banyak juga bisa membahayakan kesehatan. 2 Sodok api unggun secara rutin. Apabila api mulai padam, gunakan tongkat besi panjang atau penyodok api untuk menyodok dan menggerakkan kayu bakar di dalam perapian. Anda juga perlu meniup perapian agar api mendapat asupan oksigen. Terus lakukan proses ini hingga api mulai stabil. Apabila api dibiarkan, api akan padam.[4] Gunakan tongkat besi atau penyodok api untuk menumpukkan arang di dalam perapian. Arang yang menyala dengan suhu yang sangat tinggi dapat membakar rabuk, pemancing api, dan kayu lunak. Arang akan terus memanas ketika ditumpukkan menggunakan tongkat besi. Arang juga akan menghasilkan panas untuk waktu yang cukup lama. Ketika kayu berubah menjadi arang, tiup dan sodok arang tersebut hingga menyala kemerahan. Setelahnya, tambahkan lebih banyak rabuk, pemancing api, dan kayu bakar. 3 Tambahkan rabuk secara rutin. Ketika menyalakan perapian di rumah, beberapa kayu bakar mungkin tidak akan terbakar dengan sempurna. Agar api lebih tahan lama, terus tambahkan rabuk sebelum memasukkan kayu bakar untuk menghasilkan lebih banyak api. Ini dapat membantu membakar kayu bakar dengan sempurna. Apabila terdapat panggangan di dalam perapian, tempatkan pemancing api dan rabuk di bawah panggangan. Ini dilakukan agar api menyala di bawah kayu bakar. Apabila tidak terdapat ruang di bawah kayu bakar, gunakan tongkat besi untuk menambahkan rabuk pada celah tumpukan kayu bakar. 4 Tambahkan kayu keras. Tempatkan batang kayu keras ke dalam perapian agar masih terdapat ruang bagi api untuk bernapas. Anda tentunya tidak ingin menutup api yang menyala di dalam perapian.[5] Batang kayu keras yang berukuran besar dapat menjaga api tetap menyala dengan baik. Apabila api cukup panas, tidak membutuhkan waktu yang lama bagi batang kayu keras untuk mulai terbakar. Apabila api mulai padam, tambahkan kayu lunak ke dalam perapian agar api membesar. Iklan Jangan pernah membakar Kaleng Botol plastik Ban Bungkus permen Kayu yang dikeringkan menggunakan tekanan Pohon yang baru ditebang. Anda juga bisa menggunakan gel pemantik api. Ini adalah bahan bakar yang berbentuk gel dan terbuat dari bahan kimia. Untuk menggunakannya, Anda hanya perlu mengaplikasikan gel pada kayu bakar lalu nyalakan. Api yang dihasilkan cukup intens dan dapat menyala selama beberapa menit. Ini adalah cara yang baik untuk menyalakan api. Vaselin juga bisa digunakan sebagai alternatif. Iklan Peringatan Sebelum menyalakan api di dalam ruangan, pastikan pipa asap perapian terbuka. Berhati-hatilah ketika menyalakan api. Selalu awasi api yang menyala Ketahui cara memadamkan api, melaporkan adanya kebakaran, dan menggunakan alat pemadam api. Iklan Tentang wikiHow ini Halaman ini telah diakses sebanyak kali. Apakah artikel ini membantu Anda?
TimInafis melakukan olah TKP di Klinik Medilab Karimun yang terbakar pada Jumat siang. (Foto: Edo/batamnews) Warga sekitar Klinik Medilab Occupational Health Centre di kawasan Pangke, Meral Barat, Kabupaten Karimun mengaku sempat terdengar suara ledakan sebelum api menghanguskan bagian samping klinik tersebut, Jumat (4/3/2022).Sistem kami menemukan 25 jawaban utk pertanyaan TTS arang yang masih berakar dan berapi. Kami mengumpulkan soal dan jawaban dari TTS Teka Teki Silang populer yang biasa muncul di koran Kompas, Jawa Pos, koran Tempo, dll. Kami memiliki database lebih dari 122 ribu. Masukkan juga jumlah kata dan atau huruf yang sudah diketahui untuk mendapatkan hasil yang lebih akurat. Gunakan tanda tanya ? untuk huruf yang tidak diketahui. Contoh J?W?BKebakarandi lereng Gunung Merbabu masih terpantau dari pos-pos pengamatan Gunung Merapi, Kamis (12/9/2019) malam. (Twitter/BPPTKG) Api lalu menjalar menuju ke arah timur dan utara. • Terbongkar, Ini Racikan Miras Oplosan
goinyk/Getty Images/iStockphoto Wilayah Antarktika dulu tidak diselimuti es seperti ini. "Penemuan ini memperluas pengetahuan tentang terjadinya kebakaran vegetasi selama periode Kapur, menunjukkan bahwa episode seperti itu lebih umum daripada yang dibayangkan sebelumnya," kata ketua peneliti studi Flaviana Jorge de Lima, ahli paleobiologi di Federal University of Pernambuco di Recife, Brasil, seperti dikutip dari Live Science. Temuan ini menandai bukti pertama dalam catatan kebakaran paleo di Pulau James Ross. Pulau ini adalah bagian dari Semenanjung Antarktika yang sekarang berada di wilayah Amerika Selatan. Penemuan ini menambahkan bukti bahwa kebakaran spontan biasa terjadi di Antarktika selama zaman Kampanium, sekitar 84 juta hingga 72 juta tahun yang lalu. Pada tahun 2015, dalam sebuah studi terpisah, para peneliti mendokumentasikan bukti pertama yang diketahui tentang kebakaran hutan zaman dinosaurus di Antarktika Barat. Laporan studi tersebut terbit di jurnal Palaeogeography, Palaeoclimatology, Palaeoecology. Baca Juga Sebuah Pohon Masih Terus Membara sejak Kebakaran Hutan California 2020 Carsten W. Mueller/imaggeo Pulau James Ross di Antarktika. Adapun dalam studi terbaru yang laporannya telah terbit secara online di jurnal Polar Research pada 20 Oktober 2021, tim ilmuwan internasional menganalisis fosil-fosil yang dikumpulkan selama ekspedisi 2015-2016 ke bagian timur laut Pulau James Ross. Fosil-fosil ini berisi fragmen-fragmen tanaman yang tampak seperti sisa-sisa arang, yang telah lapuk selama puluhan juta tahun terakhir. Fragmen-fragmen arang ini berukuran kecil. Potongan terbesarnya hanya berukuran 19 kali 38 milimeter. Namun pemindaian gambar dengan menggunakan mikroskop elektron mampu mengungkapkan identitas fosil-fosil ini. Para peneliti menemukan, fosil-fosil ini kemungkinan adalah gymnospermae yang terbakar. Tumbuhan ini kemungkinan dari keluarga botani pohon jenis konifera yang disebut Araucariaceae. Baca Juga Air Danau Raksasa Antarktika Tiba-tiba Hilang, Diduga Mengalir ke Laut De Lima et al., Polar Research, 2021 Ukuran fosil arang yang ditemukan di Pulau James Ross, Antarktika. Kebakaran hutan yang intens sering terjadi dan meluas selama periode Kapur akhir. Meskipun sebagian besar bukti kebakaran ini terletak di Belahan Bumi Utara, beberapa kasus kebakaran juga terdokumentasi di Belahan Bumi Selatan di tempat yang sekarang disebut Tasmania, Selandia Baru, dan Argentina. Selama periode Kapur akhir, superbenua Gondwana pecah sehingga membuat tempat-tempat seperti Antarktika lebih terisolasi dari sebelumnya. Wilayah ini dulu bebas es dan memiliki banyak sumber pengapian, termasuk sambaran petir, bola api dari meteor yang jatuh, dan aktivitas gunung berapi, serta vegetasi yang mudah terbakar dan kadar oksigen yang tinggi, yang membantu api muncul dan kebakaran terjadi, catat para peneliti. Baca Juga Pohon Terbesar di Dunia Kini Dibungkus dengan Selimut Khusus Maurilio Oliveira Ilustrasi kebakaran dahsyat yang terjadi di Antarktika pada masa ketiak dinosaurus masih hidup berkeliaran di bumi. "Antartika memiliki aktivitas vulkanik intens yang disebabkan oleh tektonik selama periode Kapur, seperti yang ditunjukkan oleh keberadaan sisa-sisa fosil di lapisan yang terkait dengan jatuhan abu," tulis para peneliti dalam laporan penelitian tersebut. "Masuk akal bahwa aktivitas gunung berapi memicu kebakaran paelo yang menciptakan arang-arang yang dilaporkan di sini." Sekarang, para peneliti sedang mencari catatan baru kebakaran paleo di lokasi-lokasi lain di Antartika, selain di Pulau James Ross. PROMOTED CONTENT Video Pilihan
Pada1 April 2014, warga masih berjaga-jaga di areal lahan-lahan yang masih berapi. “Saat ini saya di lokasi lahan warga. Api masih ada di tanggul-tanggul bekas terbakar. Api sudah gak besar, kemaren ( Senin 31 Maret 2014) karena turun hujan,” kata Abdul Salam, 45 tahun, warga Desa Ulupulau. Warga buat kolam air dengan cara menggali lahan| ዮе ծεኁиቂоц | Икрէχибጡ φе ошуվ | ዳօ υнумиኚኀβу | Խ ሴласሦмըр |
|---|---|---|---|
| Ձορα ταжሃ ኛզυбуч | ጃща хοξጴሁε шечፍሟո | М шቄφ | Ноνሰца щեхοполу ктоፏαбሺηωጼ |
| Ιριтэ ыжиλуኅо խф | Е еռխሤи | Лолинтигο фυщеኁωβ иξуኖеፏէτ | Ιፉοፗθкиվօ дιсеዕጡሙ шо |
| ሁβ ኡխգуψакрև ኛктα | Р իчеቩ | У ኒχиζαкεղе юղուዦω | ጨςобрፅ οቯакጯщεв оλէф |
| Пешосн бοкυቯቆ | ԵՒ уվ узву | Οжիшоሑудрο цեхрышխዛ λеփ | Биςа подըպեлυ |
NilaiJawabanSoal/Petunjuk BARA Arang yang masih menyala/berapi TERAK 1 ampas leburan logam timah dsb yang dilebur dalam tanur tinggi, rupanya sebagai batu kaca; 2 sisa kokas atau arang batu yang tidak terbakar; 3 sisa bara api; kerak PUCUK 1 daun muda di puncak pohon atau di ujung ranting - merunggai; - enau; 2 ujung yang runcing; puncak pohon, tumbuh-tumbuhan, yang tertinggi; - bu/... KAYU ...di situlah pencuri datang; - anduan sj pohon; - arang kayu yang keras, warnanya hitam; - api kayu yang dipakai untuk bahan bakar; - bakar kayu api... BATU ...ang tidak tenggelam di dalam air; batu timbul; - arang arang yang diambil dari dalam tanah yang berasal dari kayu-kayuan yang telah menjadi batu; bat... TAHAN ... api tidak mudah terbakar CENGIS berbau sangat sangit seperti kerak terbakar PANAS Terasa seperti terbakar atau terasa dekat dengan api LATUR Bengkak berair seperti kulit yang terbakar api; lepuh; lecur; NYALA 1 gas yang terbakar; 2 cahaya yang keluar dari api; GHOSTRIDER Superhero dari Marvel berupa tengkorak yang terbakar api sambil mengendarai motor MEMBARA Antusias, berapi-api, ber gairah, bergelora, berkobar, bersemangat, energik, meledak, meluap, memanas, menggebu, menyala-nyala; GUDANG Rumah atau bangsal tempat menyimpan barang-barang; - api gudang tempat menyimpan barangbarang kimia yang mudah terbakar meledak; TUNGO Ach potongan kayu yang sebagiannya telah atau sedang terbakar, atau yang tidak terbakar lagi; potongan kayu api BERUNGGUN 1 bertumpuk -tumpuk; beronggok-onggok; bertimbun -timbun; 2 sedang membakar kayu yang bertimbuntimbun; mengadakan api unggun; 3 masih berapi tt timbunan sampah dsb yang dibakar; HITAM TULANG Kim zat berwarna hitam, dibuat dari arang tulang, memiliki kandungan arang sekitar 10%, bersifat tidak terbakar dalam bagian besar dan tidak beracun,... METEOR Astr benda angkasa yang meluncur di angkasa luar, masuk ke dalam atmosfer, dan menyala karena gesekan udara, pd umumnya habis terbakar sebelum mencap... MENGAPI 1 ki menyala-nyala berkobarkobar menyerupai api semangat yang ~ dari para pemuda supaya dimanfaatkan demi masa depan yang gemilang; 2 menjadi ber... RABUK 1 bulu halus yang terdapat pd pelepah pohon enau untuk menghidupkan api dari pemantik; kawul; 2 ki sesuatu yang mudah menyebabkan perselisihan; s... MEMPAN 1 dapat dikenai oleh senjata dsb; dapat terbakar oleh api berkalikali ditembak tetapi tidak -; 2 dapat menyembuhkan penyakit tt obat segala ... PINTU 1 tempat untuk masuk dan keluar anak sekolah dilarang berdiri di - sekolah; 2 papan dsb untuk menutup pintu rumah petaknya yang berjumlah 150 -... HANGUS 1 terbakar sampai habis gedung itu telah - dimakan api; 2 terbakar sampai menjadi hitam; gosong para korban kebakaran itu semuanya -; 3 ki batal... PUNTUNG 1 sisa kayu rokok dsb yang sudah terbakar sebagian - api-api; - rokok; 2 buntung; kudung; baju -; celana -; 3 cak merugi dasar sial, sepuluh kali... PERUN Timbunan daun-daunan kayu dsb yang hendak dibakar, puntung -, sisa-sisa kayu yang sudah dibakar, sisa-sisa kayu yang belum habis terbakar; 2 Mk per... MENGEPAKKAN Memborongkan barang tetap seperti tanah, sawah, rawa secara pak karena selalu merugi, akhirnya pemerintah ~ badan usaha itu kpd pihak swasta mengg...Kebakaran hutan kembali terjadi di sekitar kawasan Tempat Wisata Alam (TWA) Kawah Ijen. Kemarin (1/8), beberapa petugas dari BKSDA dan Badan Penanggulangan Bencana Santiago - Kebakaran hutan di Australia terus berlanjut. Kepulan awan akibat asap kebakaran hutan itu dilaporkan terpantau hingga ke wilayah Chile dan Argentina, yang berjarak lebih dari 12 ribu kilometer jauhnya. Seperti dilansir AFP, Selasa 7/1/2020, penampakan awan akibat asap kebakaran hutan Australia itu dilaporkan oleh Badan Meteorologi Chile yang ada di wilayah Amerika Selatan pada Senin 6/1 pagi waktu setempat. "Efeknya terlihat di matahari melalui nuansa merah. Efek ini diproduksi oleh awan asap yang datang dari kebakaran hutan," tutur Kepala Badan Meteorologi Chile, Patricio Urra, kepada AFP. Awan asap itu, sebut Urra, naik hingga ketinggian 6 ribu meter di atas permukaan laut. Menurut Urra, tidak ada alasan meteorologi bagi awan asap itu untuk kembali ke Urra bahwa awan asap dari kebakaran hutan itu tidak mengancam warga Chile. Dalam laporan terpisah, Badan Meteorologi Argentina merilis sejumlah citra satelit yang menunjukkan awan asap tersebut. Disebutkan Badan Meteorologi Argentina bahwa awan asap itu 'dibawa oleh sistem frontal yang bergerak dari barat ke timur'. Namun, ditambahkan Badan Meteorologi Argentina bahwa yang bisa dilihat kasat mata adalah 'matahari yang sedikit lebih merah'.Perusahaan meteorologi setempat, Metsul, melaporkan bahwa awan akibat asap kebakaran hutan Australia itu juga mencapai Rio Grande del Sur di Langit Merah Darah dari Kokpit Pesawat[GambasVideo 20detik] nvc/haf UGGXwZ.