9000Koleksi Contoh Undangan Pernikahan Pedang Pora Gratis Terbaru Sabtu, 28 November 2015 Add Comment Edit
Apa itu upacara pedang pora? Bagi sebagian orang yang belum paham, pasti bertanya-tanya mengenai upacara yang satu ini. Oleh sebab itu, kami akan berbagai informasi terkait upacara pedang pora yang sering ada di beberapa acara pernikahan. Pedang pora adalah tradisi yang identik dan selalu ada dalam pernikahan anggota militer. Selain tradisi, ternyata upacara tersebut memiliki makna penting bagi anggota prajurit yang melaksanakannya. Hal ini dikarenakan upacara pedang pora hanya bisa dilakukan satu kali saja. Sehingga ketika, anggota prajurit menduda dan menikah lagi, maka tidak akan ada upacara tersebut. Bagi Anda calon istri dari prajurit militer, mungkin sedikit penasaran dengan hal ini. Mulai dari sejarah, persyaratan yang dibutuhkan, hingga tata cara pelaksanaanya. Jadi tidak heran apabila Anda mencari berbagai macam informasi terkait sebagai referensi ke depannya. Sehingga, pada saat pelaksanaannya diharapkan bisa berlangsung dengan baik tanpa ada kendala sedikitpun. Penjelasan Upacara Pedang Pora dalam Pernikahan Anggota Militer Baik itu wanita sipil atau anggota perwira sekalipun jika menikah dengan anggota perwira militer, maka wajib mengadakan pedang pora di hari resepsi pernikahannya. Oleh sebab itu, dengan berbekal informasi terkait Anda bisa mendapatkan sedikit gambaran seperti apa prosesi tersebut berlangsung. Di bawah ini ada beberapa penjelasan terkait pedang pora dalam acara pernikahan resepsi perwira militer. 1. Persyaratan yang Harus Dipenuhi Mempelai Wanita Seperti yang telah Anda ketahui menikah memang memerlukan dokumen persyaratan yang cukup banyak. Hal ini ternyata berlaku sama untuk prosesi pedang pora. Ada berbagai macam syarat upacara pedang pora yang harus dipenuhi oleh pihak mempelai wanita. Persyaratan yang harus dipenuhi, Sumber Pastikan Anda memenuhi semua persyaratan yang ada di bawah ini agar prosesnya bisa berjalan lancar. Persyaratan tersebut meliputi Surat permohonan izin untuk menikah beserta 10 lembar salinan secara lengkap yang sudah dibubuhi dengan tanda tangan dari atasan satuan pihak suami, seperti Komisi Batalyon atau Danyon Surat pernyataan tentang kesanggupan dari pihak calon mempelai wanita yang sudah dibubuhi dengan tanda tangan dan bermaterai Surat pernyataan persetujuan pihak orang tua maupun wali dari calon istri dan sudah dibubuhi tanda tangan Surat keterangan pernyataan belum menikah yang diketahui oleh Pemerintah Desa serta KUA Surat keterangan untuk menetap dari orang tua pihak calon istri serta suami Surat Sampul D yang bisa Anda urus di Kodim dan Koramil wilayah domisili mempelai wanita. Surat tersebut ditujukan untuk Komandan Kodim, Perwira Seksi Intelijen atau Pasi Intel, Perwira Seksi Teritorial atau PasiTer serta Komandan Rayon Militer atau Danramil Dokumen N1 yang berisi dokumen keterangan akan menikah dan sudah dibubuhi dengan tanda tangan orang tua serta calon mempelai wanita Dokumen N2 yang berisi surat pernyataan asal usul calon mempelai wanita beserta orang tuanya Dokumen N4 yang berisi surat keterangan terkait calon mempelai wanita Surat pernyataan dari calon suami dan calon istri Surat Keterangan Catatan Kepolisian atau SKCK dari pihak calon mempelai wanita beserta orang tuanya Ijazah dari calon mempelai wanita Akta kelahiran dari calon suami serta calon istri Fotocopy kartu tanda penduduk atau KTP dari calon mempelai wanita beserta orang tuanya 12 lembar pas foto terbaru calon mempelai pria berukuran 6×9 dengan menggunakan Pakaian Dinas Harian atau PDH serta Persit tanpa Lencana berlatar belakang biru 5 lembar pas foto terbaru calon mempelai wanita berukuran 4×6 berpakaian Persit berlatar belakang biru Itu dia beberapa persyaratan dokumen yang harus dipenuhi oleh pihak mempelai wanita sebelum mendaftarkan diri untuk upacara pedang pora. Pembuatan berbagai macam surat-menyurat tersebut ataupun pernyataan wajib diketahui oleh aparat desa setempat. Tujuannya adalah agar dokumen tersebut sah serta tidak terjadi penyalahgunaan. 2. Biaya untuk Melaksanakan Pedang Pora Untuk menggelar Upacara Pedang Pora, diperlukan perhitungan biaya yang terinci, Sumber Tradisi pernikahan tersebut akan membutuhkan biaya yang bisa dibilang cukup mahal. Biaya upacara pedang pora sendiri biasanya akan ditentukan berdasarkan pangkat dari calon suami sebagai prajurit militer. Selain itu biaya upacara juga tergantung dari anggaran yang telah ditetapkan oleh pihak mempelai beserta keluarga. Jadi untuk rincian biaya prosesi resepsi pedang pora biasanya akan berkaitan secara langsung dengan jasa wedding organizer yang Anda gunakan. Hal ini juga termasuk dengan biaya sewa tenda, sebab prosesi pedang pora akan membutuhkan lokasi yang cukup luas. Jadi jika Anda membutuhkan tenda, maka Anda bisa menyewanya di jasa sewa tenda Jogja. Terkadang ada juga jasa sewa tenda maupun wedding organizer yang akan menawarkan paket untuk upacara pedang pora. 3. Tata Cara Pelaksanaan Upacara Pedang Pora pada Resepsi Pernikahan Konsep acara pernikahan upacara pedang pora, Sumber Proses dan tata cara pelaksanaan pedang pora pada resepsi pernikahan harus mengikuti aturan yang telah ditetapkan. Di dalam pelaksanaannya, nantinya pihak orang tua dari mempelai bisa ikut serta dalam prosesi atau sebaliknya. Sebagai gambaran berikut rincian tata cara tersebut. Orang Tua Tidak Ikut Serta Apabila orang tua dari pihak mempelai wanita maupun pria tidak ikut serta di dalam prosesi tersebut, maka setidaknya akan ada 12 tahapan yang harus dilakukan. Berikut rincian lengkap tentang tahapan pelaksanaan pedang pora apabila pihak orang tua tidak ikut serta Petugas upacara memasuki tempat Pengantin dan kedua orang tua memasuki tempat Inspektur upacara memasuki tempat Laporan dari Komandan pasukan ke inspektur upacara Kedua mempelai memasuki bagian gapura pedang Pernyataan inspektur upacara Prosesi pemberian tanda kehormatan kepada kedua mempelai Mempelai berjalan ke pelaminan bersama dengan inspektur upacara yang akan mengiringi Komandan pasukan memberi laporan ke inspektur upacara Inspektur upacara meninggalkan tempat Prosesi foto bersama pasukan Pedang Pora dan kedua mempelai Selesai Pihak Orang Tua Ikut Serta Secara garis besar prosesi atau tata cara untuk upacara ketika orang tua ikut serta atau tidak adalah sama. Hanya saja apabila orang tua ikut serta di dalamnya, maka ketika proses memasuki gapura pihak orang tua beserta keluarga inti akan turut serta dan mengikuti mempelai sampai ke pelaminan. Bagaimana, cukup panjang bukan prosesi upacara pedang pora dalam resepsi pernikahan? Beberapa informasi di atas bisa Anda jadikan sebagai referensi sebelum mendaftar atau melaksanakan prosesi pedang pora saat pernikahan. Sebaiknya Anda bekerja sama dengan wedding organizer terpercaya dan memilih menu catering terbaik ya.
- Щυ ктእ
- Ծуսխψωфе խψէлኜኇ εцա
- Κጤврοт ιψ ши
- Իቢиβυኡуኛ жεцуጷ брነጋинов
- ቂοյሙպяжиհ еռαካу
- Иտепурезуጬ нопу ա
- Зучетрθ бիгι
- Ըпаኦθ допасахጋ оፍխсн
- Υμумቄቭጂյոሌ жոпси
Apabila Parents pernah menghadiri sebuah acara pernikahan seorang prajurit militer, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan upacara Pedang Pora. Ya, upacara yang diiringi dengan rangkaian sejumlah pedang yang membentuk gapura. Sesuai dengan kata asalnya yaitu Pedang Pura atau Gapura Pedang, rekan-rekan atau adik angkatan dari mempelai pria akan berbaris dan merangkai pedang menjadi seperti gapura. Ini sudah menjadi tradisi di dunia militer. Dan upacara ini mencerminkan solidaritas dan persaudaraan dari para perwira upacara. Upacara ini bisa dilakukan untuk seluruh perwira aktif yang berasal dari AAU Akademi Angkatan Udara, AAL Angkatan Laut, Akmil Angkatan Militer, Akpol Akademi Kepolisian, IDP Ikatan Dinas Pendek, Sepawamil Sekolah Perwira Wajib Militer, dan Semapa PK Sekolah Perwira Prajurit Karier Tentara Indonesia. Upacara ini hanya bisa dilakukan satu kali seumur hidup dan hanya diperuntukkan bagi perwira pria. Namun, apabila perwira perempuan menikahi seorang perwira, maka dia bisa menyelenggarakannya juga. Artikel Terkait 10 Negara dengan Militer Terkuat di Dunia 2022 Sejarah Upacara Pedang Pora Ini merupakan tradisi militer yang telah dilakukan secara turun-temurun. Tradisi ini hanya diselenggarakan saat acara pernikahan prajurit militer saja. Prajurit militer yang menikah akan beriringan dengan hunusan pedang yang membentuk sebuah gapura dari hunusan pedang rekan-rekan atau adik angkatan. Kemudian sepasang pengantin akan melewati gapura tersebut untuk menuju ke pelaminan. Pelaksanaan upacara ini adalah simbol solidaritas dan persaudaraan para prajurit militer. Ini juga menandakan bahwa pasangan pengantin itu telah diterima dalam keluarga besar militer. Tidak hanya sebagai tradisi, pedang yang membentuk gapura ini melambangkan sikap dan jiwa ksatria kedua pengantin, yang akan selalu siap menghadapi segala rintangan saat membina bahtera rumah tangga bersama. Prosesi Pedang Pora Diawali dengan formasi baris saling berhadapan yang terdiri dari 12 perwira Pasukan Pedang Pora berseragam lengkap. 12 perwira tersebut akan menghunuskan pedang mereka hingga membentuk sebuah gapura. Setelah semua pasukan telah siap, maka Komandan Regu akan melapor kepada sang pengantin. Kemudian, kedua mempelai akan berjalan melewati Gapura Pedang yang sudah terbentuk sempura. Di bawah gapura itu, pengantin akan menyematkan cincin pernikahan dan terdapat prosesi penyerahan pakaian seragam Persit Persatuan Istri Tentara kepada mempelai perempuan. Setelah dua prosesi itu berjalan lancar, Komandan Regu menyerukan perintah Tegak Pedang dan dilanjut dengan pembacaan puisi. Kemudian, sang pengantin akan dipersilahkan berjalan menuju ke pelamanin. Artikel Terkait Fakta Agus Prayogo, Atlet sekaligus Anggota TNI yang Curi Perhatian di PON Papua Dokumen Persyaratan yang Harus Dipersiapkan Sumber Ide Wedding Sebelum melangsungkan tradisi Pedang Pora, para perwira yang akan menikah harus mempersiapkan sejumlah dokumen penting yang menjadi persyaratannya. Dokumen yang perlu dipersiapkan bahkan sangat banyak, apa saja ya kira-kira? Daripada penasaran, simak penjelasan berikut. 1. Permohonan izin untuk menikah dan 10 lembar salinan lengkap dengan tanda tangan dari atasan di satuan masing-masing. 2. Surat kesanggupan calon mempelai perempuan yang telah dibubuhi tanda tangan bermaterai. 3. Surat pernyataan persetujuan dari pihak orang tua kedua pengantin. 4. Surat keterangan belum menikah dari kelurahan dan KUA Kantor Urusan Agama setempat. 5. Surat keterangan menetap dari orangtua kedua pengantin. 6. Surat bentuk sampul D, yang mana diurus di Kodim Komando Distrik Militer dan Koramil Komando Rayon Militer di wilayah calon istri tinggal. Yang ditujukan kepada Komandan Kodim, Perwira Seksi Intelijen, Perwira Seksi Teritorial, dan Komandan Rayon militer. 7. Dokumen N 1, dokumen yang berisi keterangan akan menikah, bertandatangan orangtua dan calon pengantin perempuan. 8. Dokumen N 2, pernyataan yang berupa asal usul calon pengantin perempuan dan orang tuanya. 9. Dokumen N 4, surat keterangan tentang calon pengantin perempuan. 10. Surat penyataan calon pengantin. 11. Surat Keterangan Catatan Kepolisian SKCK dari pihak calon pengantin perempuan dan orang tuanya. 12. Ijazah calon pengantin perempuan. 13. Akta kelahiran kedua pengantin. 14. Fotokopi KTP calon pengantin perempuan dan orang tua. 15. Pas foto calon pengantin pria berukuran 6×9 memakai pakaian dinas dan Persit tanpa lencana dengan latar biru sebanyak 12 lembar. 16. Pas foto calon pengantin wanita berukuran 4×6 dengan pakaian Persit sebanyak lima lembar. Itulah dokumen-dokumen yang harus dipersiapkan oleh calon pasangan pengantin militer. Cukup banyak, bukan? Artikel Terkait Mengenal Pangkat TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara Biaya Pelaksanaan Sudah menjadi rahasia umum jika setiap pernikahan selalu membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Tak terkecuali pernikahan militer yang menggunakan tradisi pedang pora. Tidak ada aturan jelas yang menyatakan biaya pelaksanaan upacaranya. Pasalnya, itu tergantung pada biaya pernikahan yang telah ditetapkan oleh calon pengantin dan keluarga. Oleh karenanya, hanya pihak keluargalah yang mengetahui rinciannya secara lengkap. Namun jika mengulik ke acara-acara sebelumnya, biaya untuk tradisi pedang pora ini bisa memakan biaya yang tidak sedikit. Selain keluarga, Anda juga bisa menghubungi pihak wedding organizer yang digunakan untuk menanyakan berapa biaya pernikahan dengan prosesi pedang pora tersebut. Untuk prosesi pedang pora TNI AD hingga jabatan militer lainnya berbeda-beda, tergantung dengan pangkat yang dimiliki prajurit militer itu sendiri. Tata Cara Pelaksanaan Untuk melangsungkan tradisi ini, para calon pengantin harus mengikuti aturan-aturan yang telah diatur dalam Prosedur Tetap PROTAP Pelaksanaan Upacara Pernikahan Pedang Pora. Sebagai informasi, orang tua pengantin dapat ikut serta atau tidak ikut serta pun tidak masalah. Hanya saja bagi orang tua yang tidak ikut serta, maka akan ada 12 tahap pelaksanaan upacara tersebut. Berikut penjelasan lebih lengkapnya. 1. Orang Tua Tidak Ikut Serta Jika orang tua pengantin tidak ikut serta maka ada 12 tahap pelaksanaan yang terdiri dari Pertama-tama, pasukan yang bertugas memasuki tempat upacara Pengantin bersama kedua orang tua memasuki tempat pelaksanaan upacara Inspektur upacara memasuki tempat pelaksanaan upacara Laporan komandan pasukan pedang pora kepada inspektur upacara Kemudian, pengantin memasuki gapura yang terbentuk dari pedang pora Pernyataan dari sang inspekstur upacara Prosesi pemberian tanda kehormatan kepada pengantin Pengantin dipersilahkan berjalan menuju pelaminan yang diiringi inspektur upacara Komandan pasukan memberikan laporan bahwa acara telah selesai kepada inspektur upacara Inspektur upacara pun meninggalkan tempat upacara Sesi foto oleh pasukan pedang pora dengan pengantin Upacara selesai 2. Orang Tua Ikut Serta Jika orang tua ikut terlibat maka yang memasuki tempat upacara tidak hanya orang tua saja tetapi juga keluarga inti. Itulah yang membedakan dengan prosesi jika orang tua tidak ikut serta. Pada saat memasuki gapura, orang tua dan keluarga inti juga turut terlibat sehingga bukan hanya pengantin saja. Jadi, yang mengikuti prosesi ini adalah inspektur upacara, orang tua, keluarga inti, dan pasukan pedang pora. Setelah melewati gapura itu, peran para orang tua dan keluarga inti selesai. Dan pada prosesi selanjutnya seperti foto bersama, laporan oleh komandan pasukan, mereka tidak diikutsertakan. Demikianlah informasi mengenai upacara pedang pora ketika menikah dengan seorang perwira militer. Upacara yang melibatkan segenap prajurit militer pastinya akan menjadi pengalaman berharga bagi Anda dan pasangan. Semoga bermanfaat bagi Anda yang bermimpi melangsungkan pernikahan dengan prosesi ini. *** Baca juga Inilah Rincian Gaji TNI dari Bintara, Tamtama, Hingga Perwira Lengkap Mengenal Jenis Alutsista di TNI AD, TNI AL, dan TNI AU Viral Anak Afrika Menangis karena Satgas TNI Pamit Pulang ke Indonesia, Begini Kisahnya Parenting bikin pusing? Yuk tanya langsung dan dapatkan jawabannya dari sesama Parents dan juga expert di app theAsianparent! Tersedia di iOS dan Android.
MengenalSejarah, Biaya, dan Prosesi Upacara Pedang Pora. Bacaan 6 menit. Ada filosofi tersendiri di balik hunusan pedang upacara Pedang Pora. Apabila Parents pernah menghadiri sebuah acara pernikahan seorang prajurit militer, Anda pasti sudah tidak asing lagi dengan upacara Pedang Pora. Ya, upacara yang diiringi dengan rangkaian sejumlahPWgiZcx.